Minggu, 13 Februari 2011

Implementasi Jaringan Komputer di Bidang Mobile Networks, Rumah, dan Perbankan

2. Dunia Mobile Networks

Adanya wifi yang digunakan untuk interkoneksi tanpa kabel antar berbagai perangkat, misalnya notebook, PDA, dll. Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet, adanya fasilitas GPS yang dapat mengakses suatu daerah atau tempat tertentu.

3. Rumah

Jaringan komputer di bidang rumah biasanya menggunakan tipe jaringan LAN (Local Area Network)yaitu bentuk jaringan komputer berjangkauan kecil yang dewasa ini sudah mulai populer dan merupakan alternatif terbaik dengan tingginya mobilitas manusia modern di era informasi. Dengan menghubungkan dua komputer saja sudah merupakan LAN.

4. Perbankan

Dalam dunia perbankan ini jelas sekali fungsi jaringan komputer ini sangat bermanfaat. Misalnya dalam melakukan transaksi-transaksi setoran, melakukan transfer dengan cepat dan mudah dilakukan

Rabu, 09 Februari 2011

PENERAPAN JARINGAN KOMPUTER DALAM DUNIA BISNIS

Di era globalisasi seperti sekarang ini, jaringan komputer adalah tulang punggung sistem informasi, yang bisa menjadi salah satu ukuran kompetitif atau tidaknya sebuah perusahaan. Begitu vitalnya jaringan komputer ini, sehingga kegagalannya akan berakibat hilangnya produktivitas serta kerugian finansial. Oleh karena itu, perusahaan yang ingin tetap kompetitif menginginkan sebuah infrastruktur jaringan komputer yang dapat diandalkan, serta mampu bekerja optimal dengan tingkat kegagalan serendah mungkin. Perusahaan yang ingin membangun infrastruktur jaringan komputer, biasanya meminta bantuan kepada perusahaan penyedia solusi jaringan komputer. Perusahaan penyedia solusi ini merekomendasikan beberapa produk pembentuk infrastruktur dari berbagai vendor, mulai dari hardware (perangkat keras) seperti komputer, media penyimpanan data, peralatan jaringan; serta software (perangkat lunak) seperti sistem operasi dan aplikasi-aplikasi pendukung.

Saat ini dapat dikatakan perusahaan tanpa jaringan komputer maka tak modern, karena setiap pekerjaan dapat diselesaikan dengan mudah oleh bantuan komputer, dan sering kita jumpai perusahaan makin bersaing dalam teknologi jaringan yang digunakan. Hal ini secara tidak langsung akan menumbuhkan bibit ingin bersaing. Jaringan komputer dapat membantu pekerjaan, tanpa kita berpindah tempat tapi dapat mengirim file ke komputer lain melalui jaringan komputer tanpa memakan biaya dan waktu yang banyak, sehingga penyelenggara ingin menerapkan jaringan komputer pada perusahaan (kantor) , agar pegawai dapat mengirim laporan dan data ke komputer yang lain dengan cepat tanpa si pegawai berpindah tempat cukup melalui jaringan komputer yang tersedia.

Manfaat utama dari jaringan computer yang bener-bener dapat kita rasakan, namun seringkali manfaat tersebut tidak dapat diukur dengan suatu nilai uang, misalnya pada bidang bisnis perusahaan, manfaat yang dapat dirasakan adalah proses transaksi yang terintegrasi dengan baik, mempercepat pendistribusian data dan informasi untuk pengambilan keputusan, perlindungan keamanan data dan informasi lebih terjamin. Memungkinkan berbagi resources (Server, software, CDROM, Printer), Jaringan kompuer memungkinkan terjadinya komunikasi yang lebih efisien antar pemakai (mail dan teleconference). Sedangkan pada Aplikasi home user, memungkinkan komunikasi antar pengguna lebih efisien (chat), interaktif entertainment lebih multimedia (games, video).

Tujuan teknologi jaringan komputer di dunia usaha adalah sebagai berikut :
1. Teknologi jaringan komputer akan membantu dan mempermudah kinerja pegawai, karena diharapkan dengan adanya teknologi tersebut pegawai dapat menyelesaikan tugasnya dengan cepat, mudah, dan dapat mengirim dan menerima file melalui jaringan komputer.
2. Teknologi jaringan komputer dapat meminimalkan biaya dan waktu. Dengan adanya teknologi tersebut pegawai tidak perlu berpindah tempat untuk mengirim dan menerima file dari komputer lain sehingga dapat menghemat waktu dan biaya.
3. Teknologi jaringan komputer akan memberikan dampak yang positif untuk pegawai selama dia tidak menyalahi peraturan yang ada, seperti hacker, cracker dll. Dipastikan dengan adanya teknologi jaringan komputer dapat memberi kecekatan dalam bekerja, dengan biaya dan waktu yang minimal, sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan nya yang lain.

Informasi dalam berbagai hal menjadi amat penting bagi semua bentuk perusahaan. Kegagalan suatu perusahaan untuk mencerna informasi akan berakibat kepada lemahnya daya saing perusahaan tersebut terhadap perusahaan lain yang sejenis. Kecepatan dunia usaha beradaptasi dengan teknologi komputer, khususnya di Amerika berjalan dengan sesuai dengan perkembangan komputer itu sendiri. Karena bagi pengusaha penggunaan komputer diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan dan efisiensi kerja mereka.
Sejalan dengan perkembangan teknologi komputer, jenis aplikasi pengolahan data pun semakin meluas, sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Pengolahan Data Terdistribusi
Keuntungannya :
a. Memungkinkan untuk dicapainya tujuan yang berbeda di antara unit-unit perusahaan.
b. Masing-masing pengelola dapat mengendalikan pengolahan data mereka, sesuai dengan kebutuhan lokal.
c. Menjamin tersedianya informasi yang beraneka ragam, untuk proses pengambilan keputusan para pengelola pada tingkat yang lebih tinggi.

Kerugiannya :
a. Sulitnya menjaga integritas data dalam SIM
b. Data terpusat menjadi kurang mutakhir, karena adanya pengolah lokal
c. Kesenjangan nilai data akan merugikan SIM secara keseluruhan Dasar pemikiran timbulnya gagasan otomasi perkantoran karena sebagian dari waktu kerja pegawai habis untuk melakukan hal-hal yang tidak produktif, antara lain :
Banyaknya staf yang menghabiskan waktunya dengan membuka arsip dokumen, untuk mencari bahan yang diperlukan.
Para Sekretaris sangat sibuk dengan tugas administratifnya.

Hal-hal tersebut diatas ternyata dari sudut efisiensi kerja sangat merugikan. Tanggapan mengenai masalah diatas adalah dengan memanfaatkan komputer untuk melakukan beberapa pekerjaan kantor. Diantaranya adalah masalah pengaturan arsip yang disimpan secara elektronis. Keuntungan arsip elektronik :
- Mudah dikirim ke bagian-bagian yang membutuhkan, melalui jalur komunikasi
- Pencarian dokumen mudah dilakukan
- Kegiatan manajemen, seperti pengaturan jadwal.

Penggunaan teknologi baru biasanya menimbulkan masalah sosial, bagi pihak yang menyangsikan kegunaanya. Mereka takut akan hilangnya kontak sosial diantara pekerja dengan kata lain komunikasi elektronik akan mengisolasi pekerja dari lingkup sosialnya. Beberapa tata cara kerja yang telah dikembangkan di negara-negara maju :
Pengolahan Kata (Word Processing). Pemanfaatan Komputer untuk pengetikan masalah surat-surat, penjadwalan dll.
Surat elektronik. Pengiriman surat atau pesan secara elektronis,baik tulisan maupun gambar dengan beberapa cara penyampaian :
1. Melalui jalur komunikasi umum ( telepon,komputer,pos).
2. Dengan Facsimili.
3. Komputer yang terhubung dalam jaringan (LAN)
Konferensi Jarak Jauh. Konferensi melalui komunikasi jarak jauh untuk menyalurkan data, suara dan gambar.
Information Retrieval. Pengambilan kembali informasi/data yang telah disimpan dalam komputer.
Kegiatan Manajemen. Kegiatan ini memanfaatkan komputer untuk mengingatkan para pengelola tentang jadwal-jadwal penting,pengaturan jadwal proyek, jadwal penugasan, dll.

KESIMPULAN
Dari penjelasan yang telah diuraikan di atas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa Perkembangan teknologi informasi (TI) dewasa ini yang semakin pesat khususnya teknologi komputasi dan jaringan internet, penetrasi internet yang dilakukan pemerintah dan telkom bahkan sudah merambah sampai kepedesaan. Kemajuan teknologi ini, telah membawa pengaruh yang cukup signifikan terhadap pengelolaan pemerintahan yaitu telah dikembangkannya system pelayanan publik melalui jaringan internet yang dinamakan e-government.

DAFTAR PUSTAKA
Pengantar Teknologi Informasi, DAMPAK SOSIAL, Santika WP, Departemen Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung, IF-ITB/SWP/Agustus03, IF1101 – DAMPAK SOSIAL
Rosenberg,Richard.S.,” Computers and the Information Society”, John Eiley & Sons, 1986
Sanders, Donald.H. “ Computers in Society”, McGraw Hill Book Company, 1981
Stern, Nancy & Stern, Robert.A.” Computers in Society”’ Prentice Hall, Inc. Englewood Cliff,N.J., 1983
www.google.com



Rabu, 05 Januari 2011

Artikel 3

Porter, (1990). The Competitive Advantage of Nations.
London: Macmillan.
Portea,1990,’ In summary, then, Porter’s theory of competitive
advantage is a tool of demonstrated value to ICT4D
researchers. It can be applied to research on any IT
sector and to a variety of research questions about
past, present, and future performance of that sector,
including issues of poor performance, comparative
performance, and strategic actions to improve performance.
It does require some modiªcations to account
for the speciªc realities of IT sectors in
developing countries, but these do not undermine
the central research value of the theory. ‘,Information Technologies and International Development, Volume 3, Number 3, Spring 2006 ,pp.31

Sabtu, 25 Desember 2010

ANALISA TI DI SEKTOR NEGARA BERKEMBANG

Kesenjangan digital (digital divide) antar negara secara umum terjadi di wilayah asia, yang ditunjukkan dengan tingkat penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sangat tinggi di belahan Asia Timur tetapi relatif rendah di wilayah asia lainnya, terutama Asia Selatan dan Asia tenggara, kecuali Singapura dan Malaysia. Negara-negara yang tergolong tinggi tingkat penggunaan TIK-nya mempunyai nilai investasi, ekspor, dan pendapatan yang tinggi untuk produk Telekomunikasi dibandingkan negara pengguna TIK yang lebih rendah. Perbedaan tingkat penggunaan TIK tersebut secara umum berhubungan signifikan positif dengan pendapatan per kapita, nilai tambah sektor jasa dan indeks pengembangan manusia, serta berkorelasi negatif dengan nilai tambah sektor pertanian dan angka kemiskinan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang relatif cepat dewasa ini telah
mempengaruhi perkembangan perekonomian dunia. Pada kurun waktu 1999 sampai 2000,
negara-negara sedang berkembang di wilayah asia pacific, termasuk Indonesia menunjukkan bahwa difusi teknologi informasi berkorelasi positif cukup kuat dengan tingkat pendapatan per kapita (Kim, 2004). Secara luas layanan teknologi informasi tersebut mencakup penggunaan fasilitas berbasis telekomunikasi seperti internet dan teknologi bergerak (mobile technology), (2) layanan telokomunikasi bernilai tambah seperti komunikasi melalui komputer pribadi dan layanan data, (3) layanan siaran seperti TV, radio, dan satellite broadcasting.

Kondisi teknologi informasi di Indonesia relatif tertinggal dibandingkan dengan negara lain. Ketertinggalan teknologi itu sendiri bisa dilihat dari ketersediaan infrastruktur teknologi informasi, jumlah komputer yang dimiliki perusahaan, atau akses internet. World Bank melaporkan profil pamanfaatan information and communication technology (ICT) di Indonesia, yaitu rasio jumlah komputer 9.9 per 1000 penduduk, sambungan telpon 91 per 1000 penduduk, jumlah internet host 0.8 per 10 000 penduduk dengan pengguna internet sebanyak 2 juta orang (Anonim, 2002). Investasi dibindang ICT tercatat sebesar US$ 3,54 Milyar atau 2.2 persen terhadap PDB dengan ICT per kapita sebesar US$ 16.6. Jika menggunakan indeks pengembangan ICT yang dikembangkan oleh UNCTAD-PBB (2003), Indonesia menduduki ututan ke 77 dari 171 negara. Untuk kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih dibawah Singapura yang menempati urutan 14, Brunei urutan ke-40, Malaysia urutan ke-43, dan Filipina urutan ke-59; tetapi masih lebih tinggi dibandingkan Thailand pada urutan ke-92 dan Vietnam urutan ke-113.

Apakah ketertinggalan penggunaan teknologi informasi tersebut berhubungan dengan
ketertinggalan pertumbuhan ekonomi dan aspek sosioekonomi lainnya? Apakahpenggunaan
teknologi informasi selalu menjadi jaminan peningkatan produktifitas dan kinerja, baik pada skala ekonomi makro maupun ekonomi mikro. Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan penelitian (research question) yang banyak dikaji pada berbagai penelitian. Makalah ini akan dititik beratkan pada hubungan antara teknologi informasi dan komunikasi dengan beberapa variabel yaitu pendapatan per kapita, angka kemiskinan, nilai tambah sektor industri dan jasa, serta indeks pengembangan sumber daya manusia. Makalah ini merupakan hasil penelitian yang mengkombinasikan antara kajian meta-analysis dan analisis deskriptif mengenai pengaruh teknologi informasi pada tingkat ekonomi makro pada sejumlah negara di Asia. Datanya berupa berbagai indikator ekonomi makro dan teknologi informasi dan komunikasi yang dipublikasikan oleh beberapa lembaga international seperti Asian Development Bank, Worldbank, UNCTAD-PBB, dan International Telecommunication Union (ITU).

PERBEDAAN TIK DAN EKONOMI TRANSISI

Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.

Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.

Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling "bertarung" dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.

Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah lain, seperti teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels, serta aliran institusional yang pertama dikembangkan oleh Thorstein Veblen dkk dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C. North.

Bahwa perubahan perkembaangan teknologi informasi dan komunikasi (information and
communication technology(ICT)) berpengaruh pada seluruh aspek dan pengaruh dalam
kehidupan sangatlah besar hampir seluruh aspek kehidupan sekarang mengunakan teknologi informasi dan komunikasi dan bidang ekonomi pun mengunakan teknologi informasi komunikasi seperti mesin atm, kasir di supermarket dan lain-lain. sehingga kita harus mempelajari seluruh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi supaya kita tidak ketinggalan perubahan jaman

PEREMPUAN DAN TIK DI KANPUR DAN CHIKAN

Proyek “Menempatkan TIK di Tangan Perempuan dari Kanpur dan ‘Chikan’ Bordir Pekerja Lucknow” telah berhasil mendirikan pusat di masyarakat miskin di area / Kanpur Lucknow. jangkauan yang luas dan kemitraan strategis dengan pemimpin opini setempat telah menarik populasi target dua perempuan – mereka yang terlibat di sektor informal dan mereka yang terlibat dalam produksi “chikan” bordir – termasuk sebagian besar wanita Muslim. Pusat-pusat menyediakan pelatihan di wilayah target keterampilan: keterampilan komputer, keterampilan kerajinan tangan, dan pengetahuan kesehatan

Sejumlah kasus ini membuktikan bahwa perempuan, terutama mereka yang tinggal di daerah pedesaan, perlu memperoleh akses informasi dan komunikasi. Selama ini teknologi informasi dan komunikasi dianggap dapat menciptakan kondisi yang lebih demokratis. Namun akses terhadap teknologi ini ternyata tidak netral, secara budaya masih ada diskriminasi terhadap perempuan. Disamping itu ibu rumah tangga, khususnya dari masyarakat miskin, tidak mempunyai uang untuk menggunakan fasilitas publik seperti internet. Lokasi pusat-pusat informasi juga seringkali berada di tempat yang sulit atau tidak kondusif bagi perempuan untuk mengunjunginya. Multiperan yang diemban kaum perempuan serta tanggung jawab rumah tangga yang cukup berat telah membatasi waktu luang mereka. Disamping itu sangat riskan bagi perempuan jika harus menggunakan fasilitas informasi di malam hari. Hal ini juga yang terjadi pada kegiatan radio komunitas di berbagai daerah di Indonesia. Banyak perempuan yang tidak bisa terlibat karena banyak radio yang beraktifitas malam hari, yaitu setelah warga bekerja di siang hari.

Untuk mengatasi hambatan-hambatan ini, maka seluruh kebijakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk tujuan-tujuan pembangunan harus mempertimbangkan pentingnya keterlibatan perempuan, dalam hal akses dan memproduksi informasi yang didasarkan pada kebutuhannya. Bayangkan saja, sebenarnya kaum perempuan sangat penting dalam menopang perekonomian sebuah daerah, sehingga sangat fatal jika pemikiran dan pengalaman mereka diabaikan. Selain itu, pendidikan di sekolah sudah seharusnya memberikan bekal pengetahuan dan praktek perihal teknologi informasi dan komunikasi. Ada sebuah kasus menarik mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di sejumlah sekolah di Afrika. Penelitian yang dilakukan oleh organisasi World Links di empat negara Afrika, yaitu Senegal, Mauritania, Uganda dan Ghana, menunjukkan bahwa dibanding murid pria, murid perempuan kurang dapat menikmati fasilitas laboratorium komputer di sekolahnya. Dengan pelayanan “siapa cepat dia yang dapat” maka maka murid perempuan selalu tertinggal. Pasalnya murid perempuan biasanya harus membantu ibunya dahulu dalam mengerjakan kegiatan rumah tangga seperti menyapu, memasak, menjaga adik, dan lain-lain. Mengingat budaya setempat yang membebani kaum perempuan, maka sudah sepatutnya sekolah memberikan sistem lain agar murid perempuan tetap bisa memanfaatkan fasilitas komputer.
Masih panjang perjuangan kaum perempuan untuk berperan aktif di dalam era informasi ini. Persoalan budaya, sumber daya manusia, fasilitas dan kapasitas, merupakan kendala yang secara perlahan harus diatasi. Dan mengapa kita harus mengatasinya? Sebagian orang mungkin menganggap itu bukan sebuah masalah. Tapi ada sebagian orang yang percaya bahwa dunia akan lebih baik jika ada kesetaraan keterlibatan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Anda termasuk yang mana?

Minggu, 31 Oktober 2010

Mengubah Pengaturan Dokumen Secara Tersambung

Kita menghadapi berbagai jenis dokumen/berkas ketika bekerja dengan menggunakan komputer. Terkadang, kita perlu mengubah pengaturan suatu dokumen ke pengaturan lain. Sebagai contoh, kita akan mengubah dokumen dengan pengaturan .doc ke pengaturan .pdf. Sering terjadi masalah saat kita akan mengubah pengaturan suatu dokumen dengan cepat, misalnya kita tidak memiliki perangkat lunak untuk mengubahnya dan tidak memiliki banyak waktu untuk mencari perangkat lunak pengubah tersebut.

Kita dapat mengubah pengaturan suatu dokumen hanya dengan menggunakan pencarian laman/situs saja, karena saat ini sudah tersedia pengubah pengaturan dokumen secara tersambung, yaitu Zamzar.com. Laman ini dapat membantu kita mengubah berbagai macam pengaturan dokumen seperti .doc, .pdf, .rtf, .txt, .ppt, .html, .docx, dan masih banyak lagi. Selain dokumen data, laman ini juga dapat membantu kita mengubah pengaturan untuk dokumen foto, seperti bmp, gif, ico, png, dan sebagainya. Laman ini bahkan dapat membantu kita untuk mengubah pengaturan video, suara, dan jenis kompresi. Semua proses pemindahan pengaturan dokumen tersebut dapat kita lakukan secara cepat, mudah, dan gratis.

Sumber : http://www.klik-kanan.com/mengubah-format-file-secara-online.htm