Minggu, 09 Oktober 2011

SERBA-SERBI TELEMATIKA

Nama : Robbiatul Addawiyah
NPM : 11108743
Kelas : 4KA09

DEFINISI TELEMATIKA

Asal kata TELEMATIKA adalah TELEMATIQUE yang berasal dari bahasa Peancis yang artinya kurang lebih sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Kata TELEMATIQUE tesebut lalu diartikan ke dalam bahasa Inggris menjadi TELEMATICS yang merupakan singkatan dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” dimana hal ini adalah perpaduan dari konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital.
Menurut Moedjiono (Deputi Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika), Telematika adalah istilah bahasa Indonesia yang dikonversi sendiri, yaitu merupakan konvergensi dari tele=”Telekomunikasi”, ma=”Multimedia” dan tika=”Informatika”, atau konvergensi dari “3C”, “Content”, “Computing”, and “Communication”.

KONSEP / TEORI TELEMATIKA

Telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L’informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika. Telekomunikasi mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. Telekomunikasi mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika (Inggris: Informatics) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.

CONTOH TELEMATIKA

Telematika, yang merupakan kepanjangan dari telekomunikasi dan informatika, merupakan suatu sarana komunikasi jarak jauh dengan menggunakan media elektromagnetik untuk mengirimkan atau menerima suatu informasi dari satu pihak ke pihak yang lainnya. Berdasarkan definisi dari telematika barusan, maka dapat diambil contoh teknologi-teknologi yang termasuk kedalam telematika.

Mungkin kita tidak menyadarinya bahwa ternyata handphone yang kita gunakan juga termasuk salah satu dari teknologi telematika. Perkembangan teknologi dari handphone (biasa disebut juga sebagai mobile phone) saat ini sungguh luar biasa pesatnya. Fitur-fitur dan aplikasi-aplikasi yang disajikan bahkan dapat menggantikan peran komputer.

Handphone, diawal kemunculannya hanya bisa dipakai untuk kegiatan telepon saja, namun sekarang dengan menggunakan handphone, kita dapat berselancar di internet (bahasa sekarangnya yg lagi nge-trend adlah OL (Online)). Dengan HP (HandPhone) kita dapat mengirimkan ataupun menerima e-mail dari teman-teman kita atau bahkan dari kolega kerja kita.

Namun sayang perkembangan teknologinya tidak diikuti dengan rasa tanggung jawab yang besar. Perkembangan teknologi handphone yang sangat pesat juga dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Teknologi-teknologi tersebut digunakan untuk melakukan tindakan-tindakan yang bahkan dapat merugikan suatu pihak maupun orang lain.

PENGEMBANGAN TELEMATIKA DI INDONESIA

Perkembangan telematika di Indonesia mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang wktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai tahun 2000.

1. Periode Rintisan
Pada periode ini, penggunaan teknologi telematika oleh masyarakt Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu group, dirintis pada tahun 1980-an. Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat oleh Johhny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat “pesan” berbasis “unix”, “ethernet”, pada tahun 1983, persis bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat. Pada tahun-tahun tersebut, istilah “unix”, “email”, “PC”, “modem”, “BBS”, “ethernet”, masih merupakan kata-kata yang sangat langka.

Periode rintisan telematika ini merupakan masa dimana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika, atau minimal mengetahuinya. Tahun 1980-an, teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar jakarta, bahkan di luar pulau Jawa.

2. Periode Pengenalan
Periode satu dasawarsa ini, tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an, terus berkembang.
Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet.

Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televise swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996.

Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.

3. Periode Aplikasi
Pada periode ini, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televise, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.
Data statistik tersebut menunjukkan aplikasi telematika cukup signifikan di Indonesia. Namun demikian, telematika masih perlu disosialisasikan lebih intensif kepada semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pemberdayaan manusianya, baik itu aparatur Negara ataupun non-pemerintah, harus terus ditumbuhkembangkan.

Selama perkembangan telematika di Indonesia sekitar tiga dasawarsa belakangan ini, membawa implikasi diberbagai bidang. Kemudahan yang disuguhkan telematika akan meningkatkan kinerja usaha, menghemat biaya, dan memperbaiki kualitas produk. Masyarakat juga mendapat manfaat ekonomis dan peningkatan kualitas hidup.

Refeensi :

http://teknologitelematika.blogspot.com/2010/01/contoh-contoh-teknologi-telematika.html

http://veblue.blogspot.com/2010/10/perkembangan-telematika.html




Rabu, 25 Mei 2011

Analisa tulisan SUATU MODEL KAIDAH PEMENGGALAN SUKU PERTAMA PADA KATA BAHASA INDONESIA: KASUS PADA HURUF AWAL B

TUGAS BAHASA INDONESIA

NAMA KELOMPOK:

Febriyanti (10108795)
Laili Azharul jannah (11108135)
Robbi'atul Addawiyah (11108743)

Analisa tulisan SUATU MODEL KAIDAH PEMENGGALAN SUKU PERTAMA PADA KATA BAHASA INDONESIA: KASUS PADA HURUF AWAL B

Dali Santun Naga, adalah guru besar emeritus di Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Tarumanagara, yang memiliki minat yang besar di bidang bahasa Indonesia.

Viny Christanti Mawardi, memperoleh gelar M.Kom dari Universitas Indonesia pada tahun 2008 dengan research interest Information Retrieval, staf pengajar program studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Tarumanagara.

Freddy Kurniawan, mahasiswa Teknik Informatika dari Universitas Tarumanagara angkatan 2007.

pendahuluan :

  1. Pada kalimat “Sejak komputer berhasil diciptakan orang, di kalangan pakar komputer timbul keinginan untuk menggunakannya sebagai penerjemah bahasa”.
  2. Pada kalimat “Di antaranya muncul bidang pengetahuan seperti linguistik komputasional dan bahkan inteligensi buatan”, kata “linguistik komputasional” dapat diganti dengan “bahasa computer” dan kata “inteligensi” dapat diganti dengan “keceradasan” karena ke dua kata tersebut adalah kata dalam bahasa asing yang di Indonesiakan

isi :

  1. Pada kalimat “Ada kata yang teridri atas satu suku kata, atas dua suku kata, dan ada pula kata yang terdiri atas tiga atau lebih suku kata” dapat diganti menjadi “Terdapat kata yang terdiri atas satu suku kata, dua suku kata, maupun kata yang terdiri atas tiga atau lebih suku kata”
  2. di dalam tulisan ini banyak pengunaan kata ganti orang ketiga seperti “kita”

referensi :

  1. Pada daftar pusataka / referensi tidak terurut secara alfabet.

Tulisan :

Hasil analisa kelompok kami tentang sistematika penulisan ini adalah :

  1. Judul bab ditulis secara dengan huruf besar di awal kata
  2. Tabel dan gambar ditempatkan di sebelah kiri dan judul tabel dan gambar ditempatkan di atas tengah tabel / gambar

"Analisa Kepuasan Konsumen Terhadap Ponsel Nokia Di Pondok Kelapa 2 Kota Depok" (tugas bahasa)

Nama Kelompok :

Febriyanti (10108795)
Laili Azharul jannah (11108135)
Robbi'atul Addawiyah (11108743)


"Analisa Kepuasan Konsumen Terhadap Ponsel Nokia Di Pondok Kelapa 2 Kota Depok"


1. Bagian ABSTRAK :

Tidak ada kesalahan pada bagian ini, semua penulisan sudah sesuai pada kaidah penulisan naskah, yaitu terdapatnya :
- Satu Paragraf
- Tujuan
- Metode Penelitian
- Hasil
- Maksimum lima kata kunci.

2. Pendahuluan :

Tidak terdapat kesalahan pada bagian ini, semua penulisan sudah sesuai pada kaidah penulisan naskah, karena penulis benar-benar menjual prodek kepada konsumen terhadap ponsel-ponsel nokia di pondok kelapa dua dapat menarik banyak konsumen.sehingga konsumen dalam membeli dan bertanya tentang jenis handphone sangat terpuaskan dengan pelayanan para pegawainya.

3. Tujuan :

Pada bagian tujuan ini penjual berusaha untuk menjual produk handphone dengan banyak menarik konsumen, agar banyak konsumen yang tertrarik dan ingin membeli produk yang ditawarkan.selain itu juga proses bagaimana si penjual dapat berinteraksi dengan para konsumen supaya terjalinnya komunikasi dengan baik antara penjual dengan pembeli.dan konsumen merasa puas terhadap pelayanan dari si penjual.

4. Metode Penelitian :

Pada metode penelitian ini penjual ingin melihat kepuasan dari konsumen yang terhadap ponsel nokia yang berada dipondok kelapa dua.penjual pun ingin konsumennya merasa puas dari segala penjuru.mulai dari kwalitas, harga, dan pelayanan.sehingga pembeli merasa berbeda ketika membeli ponsel nokia yang berada di pondok kelapa dua dengan tempat-tempat ponsel lainnya.

5. Kesimpulan :

Pada bagian kesimpulan, penulis sudah menjawab Tujuan dari penelitian yang telah dia lakukan.
penulis ingin menjual produknya dengan baik tanpa mengecewakan konsumennya.agar konsumen merasa puas dengan pelayanan dari sistem penjualan pegawainya terhadap barang yang akan ditawarkan kepada konsumen.

6. Daftar Pustaka :

Pada bagian ini, terdapat kesalahan yaitu pada setiap Judul Buku tidak terdapat kelengkapan seperti Tahun Penerbit Buku, dan Kota Penerbit.

Selasa, 26 April 2011

Tugas Bahasa Indonesia BAB 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu hal utama dalam membangun kepribadian seseorang. Pendidikan dalam kehidupan sehari-hari dapat berupa pendidikan akademis maupun nonakademis. Pendidikan dalam bidang akademis diperoleh melalui institusi-institusi resmi, baik formal maupun nonformal. Playgroup, Sekolah, Perguruan Tinggi merupakan beberapa contoh sarana pendidikan akademis formal. Sedangkan Bimbingan Belajar ataupun tempat kursus merupakan contoh sarana pendidikan akademis nonformal. Sarana pendidikan tersebut mempunyai kewajiban untuk memberikan ilmu pengetahuan kepada para siswa sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni, supaya kelak para siswanya dapat menjadi lulusan yang terbaik.

Istilah e-learning sering didengar pada kemajuan teknologi internet bidang pendidikan. E-learning merupakan usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar mengajar yang ada di sekolah ke dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet. Banyak para pengajar yang menggunakan e-learning sebagai media untuk menyalurkan ilmunya karena e-learning tidak mengenal batasan ruang dan waktu bagi para penggunanya. Penulis mencoba membuat sebuah modul pembelajaran dengan menggunakan metode ini. Penulis mengambil gagasan untuk membuat aplikasi e-learning mata pelajaran Sains untuk siswa kelas VI Sekolah Dasar (SD) karena sekarang ini minat untuk mempelajari Sains sangat menurun, banyak pelajar yang beranggapan bahwa Sains sulit untuk dipelajari. Oleh karena itu, penulis ingin membuat sebuah website Sains agar lebih menarik minat belajar siswa serta membuat Sains menjadi mata pelajaran yang menyenangkan.

Aplikasi e-learning ini dirancang menggunakan pemrograman PHP dan MySQL yang didalamnya berisi materi pelajaran dan soal-soal beserta kunci jawabannya. PHP dan MySQL adalah bahasa pemrograman web yang mendunia, bahasanya mudah untuk dipelajari, kompatibilitas dengan berbagai macam server baik itu windows maupun linux, dan yang tak kalah penting adalah bahasa pemrograman ini bersifat open source, sehingga pengembangannya akan semakin cepat dan dapat diimplementasikan diberbagai bidang kebutuhan dalam pembuatan aplikasi.

1.2 Batasan Masalah

Aplikasi e-learning ini dibatasi dengan berisikan materi pelajaran Sains yang mencakup ciri-ciri makhluk hidup, tata surya, dan perpindahan kalor yang dikhususkan bagi siswa kelas VI Sekolah Dasar. Penulis menyertakan latihan soal yang dapat langsung dikerjakan dan diperoleh hasilnya. Sebagai tambahan lain tersedia tampilan untuk memberikan komentar.

1.3 Tujuan Penulisan

Penulisan ini bertujuan untuk membuat aplikasi e-learning Sains dengan menggunakan pemrograman PHP dan MySQL agar lebih menarik dan mudah dipahami serta dapat diakses tanpa adanya batasan waktu dan tempat, merancang web yang interaktif melalui pengerjaan latihan soal.

1.4 Metode Penelitian

Penulis menggunakan metode studi pustaka, yaitu teknik pengumpulan data dengan membaca dan mempelajari beberapa buah buku referensi yang berhubungan dengan Sains, PHP dan MySQL sebagai dasar ilmu dalam membangun website ini.

Aplikasi e-learning dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu pengumpulan data, analisis permasalahan, perancangan proses dilakukan dengan struktur navigasi, kemudian struktur navigasi ditransformasikan ke dalam perancangan program berupa layout-layout program untuk keperluan implementasi (storyboard). Perancangan prosedur kerja dilakukan agar sistem yang dirancang sesuai dengan perangkat lunak yang tersedia. Perancangan dilakukan dengan menggunakan CMS yaitu Joomla 1.5. DBMS yang digunakan adalah MySQL. Setelah website dapat dijalankan dengan baik di local server, selanjutnya akan diimplementasikan ke server internet dengan menggunakan web hosting gratis. Semua file dan database diupload ke web hosting dengan menggunakan fasilitas yang telah disediakan oleh web hosting tersebut.

1.5 Sistematika Penulisan

Sebagai gambaran singkat tentang pokok pembahasan penulisan ini, penulis akan menguraikannya dalam beberapa bab, dengan sistematika sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan latar belakang masalah, tujuan penulisan, pembatasan masalah, metode penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisi pembahasan teoritis mengenai konsep pendidikan, pengertian internet, pengertian Sains, bahasa pemrograman PHP dan MySQL.

BAB III PEMBAHASAN

Bab ini menjelaskan dan menguraikan aplikasi e-learning dengan menggunakan PHP yang meliputi perancangan navigasi, storyboard, persiapan database, tampilan web, dan upload website.

BAB IV PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan dari pembahasan yang telah dikemukakan dalam bab-bab sebelumnya dan saran-saran yang sifatnya mengarah kepada penyempurnaan dari apa yang telah disajikan dalam tulisan ini.

Minggu, 27 Maret 2011

Tugas Bahasa Indonesia "Penalaran"

Nama :
1. Robbiatul Addawiyah (11108743)
2. Laili Azharul Jannah (11108135)
Kelas : 3 KA 09

1. Tentukan bentuk proposisi dari pernyataan sebagai :

a. Bahasa adalah sarana penalaran

Merupakan proposisi
Alasan :

  • Proses berpikir secara rasional lazim disebut penalaran.
  • Bahasa adalah alat komunikasi verbal baik di dalam seluruh proses berpikir ilmiah maupun dalam menyampaikan alur-alur jalan pikiran kepada pihak lain.

Sarana = alat komunikasi
Proses berpikir = penalaran


b. Sifat kuantitatif matematika meningkatkan daya prediksi ilmu.

Merupakan proposisi
Alasan :

  • Sifat kuantitatif matematika yakni dapat memberikan jawaban yang lebih bersifat eksak yang memungkinkan penyelesaian masalah secara lebih cepat dan cermat. Matematika memungkinkan suatu ilmu atau permasalahan dapat mengalami perkembangan dari tahap kualitatif ke kuantitatif. Perkembangan ini merupakan suatu hal yang imperatif bila kita menghendaki daya prediksi dan kontrol yang lebih tepat dan cermat dari suatu ilmu. Sehingga matematika diperlukan oleh semua disiplin keilmuan untuk meningkatkan daya prediksi dan kontrol dari ilmu tersebut.


c. Bagaimana peranan bahasa dalam proses penalaran ?
Bukan proposisi, karena kalimat tanya tidak dapat dinilai benar atau salah.


d. Semoga saja penelitian ini berhasil !
Bukan proposisi, karena kalimat perintah tidak dapat dinilai benar atau salah.


2. Temukan kalimat abstrak dalam bahasa logika predikat untuk kalimat bahasa manusia berikut :

a. Untuk semua manusia, tidak ada manusia yang abadi
Merupakan kalimat abstrak
Keabadian hanya dimiliki oleh Tuhan


b. Socrates adalah manusia
Bukan kalimat abstrak melainkan kalimat pernyataan, yang menyatakan sesuatu yang bernama socrates adalah manusia.


c. Jika socrates adalah manusia dan untuk semua manusia, tidak ada manusia yang abadi maka socrates tidak abadi.
Merupakan kalimat abstrak
Manusia tidak abadi, maka apabila Socrates adalah manusia berarti socrates-pun tidak abadi.


d. Jika semua bilangan prima adalah bilangan ganjil maka beberapa bilangan genap adalah bilangan prima.
Merupakan kalimat abstrak
Bilangan prima terdiri dari bilangan ganjil dan beberapa bilangan genap.