Porter, (1990). The Competitive Advantage of Nations.
London: Macmillan.
Portea,1990,’ In summary, then, Porter’s theory of competitive
advantage is a tool of demonstrated value to ICT4D
researchers. It can be applied to research on any IT
sector and to a variety of research questions about
past, present, and future performance of that sector,
including issues of poor performance, comparative
performance, and strategic actions to improve performance.
It does require some modiªcations to account
for the speciªc realities of IT sectors in
developing countries, but these do not undermine
the central research value of the theory. ‘,Information Technologies and International Development, Volume 3, Number 3, Spring 2006 ,pp.31
Rabu, 05 Januari 2011
Sabtu, 25 Desember 2010
ANALISA TI DI SEKTOR NEGARA BERKEMBANG
Kesenjangan digital (digital divide) antar negara secara umum terjadi di wilayah asia, yang ditunjukkan dengan tingkat penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sangat tinggi di belahan Asia Timur tetapi relatif rendah di wilayah asia lainnya, terutama Asia Selatan dan Asia tenggara, kecuali Singapura dan Malaysia. Negara-negara yang tergolong tinggi tingkat penggunaan TIK-nya mempunyai nilai investasi, ekspor, dan pendapatan yang tinggi untuk produk Telekomunikasi dibandingkan negara pengguna TIK yang lebih rendah. Perbedaan tingkat penggunaan TIK tersebut secara umum berhubungan signifikan positif dengan pendapatan per kapita, nilai tambah sektor jasa dan indeks pengembangan manusia, serta berkorelasi negatif dengan nilai tambah sektor pertanian dan angka kemiskinan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang relatif cepat dewasa ini telah
mempengaruhi perkembangan perekonomian dunia. Pada kurun waktu 1999 sampai 2000,
negara-negara sedang berkembang di wilayah asia pacific, termasuk Indonesia menunjukkan bahwa difusi teknologi informasi berkorelasi positif cukup kuat dengan tingkat pendapatan per kapita (Kim, 2004). Secara luas layanan teknologi informasi tersebut mencakup penggunaan fasilitas berbasis telekomunikasi seperti internet dan teknologi bergerak (mobile technology), (2) layanan telokomunikasi bernilai tambah seperti komunikasi melalui komputer pribadi dan layanan data, (3) layanan siaran seperti TV, radio, dan satellite broadcasting.
Kondisi teknologi informasi di Indonesia relatif tertinggal dibandingkan dengan negara lain. Ketertinggalan teknologi itu sendiri bisa dilihat dari ketersediaan infrastruktur teknologi informasi, jumlah komputer yang dimiliki perusahaan, atau akses internet. World Bank melaporkan profil pamanfaatan information and communication technology (ICT) di Indonesia, yaitu rasio jumlah komputer 9.9 per 1000 penduduk, sambungan telpon 91 per 1000 penduduk, jumlah internet host 0.8 per 10 000 penduduk dengan pengguna internet sebanyak 2 juta orang (Anonim, 2002). Investasi dibindang ICT tercatat sebesar US$ 3,54 Milyar atau 2.2 persen terhadap PDB dengan ICT per kapita sebesar US$ 16.6. Jika menggunakan indeks pengembangan ICT yang dikembangkan oleh UNCTAD-PBB (2003), Indonesia menduduki ututan ke 77 dari 171 negara. Untuk kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih dibawah Singapura yang menempati urutan 14, Brunei urutan ke-40, Malaysia urutan ke-43, dan Filipina urutan ke-59; tetapi masih lebih tinggi dibandingkan Thailand pada urutan ke-92 dan Vietnam urutan ke-113.
Apakah ketertinggalan penggunaan teknologi informasi tersebut berhubungan dengan
ketertinggalan pertumbuhan ekonomi dan aspek sosioekonomi lainnya? Apakahpenggunaan
teknologi informasi selalu menjadi jaminan peningkatan produktifitas dan kinerja, baik pada skala ekonomi makro maupun ekonomi mikro. Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan penelitian (research question) yang banyak dikaji pada berbagai penelitian. Makalah ini akan dititik beratkan pada hubungan antara teknologi informasi dan komunikasi dengan beberapa variabel yaitu pendapatan per kapita, angka kemiskinan, nilai tambah sektor industri dan jasa, serta indeks pengembangan sumber daya manusia. Makalah ini merupakan hasil penelitian yang mengkombinasikan antara kajian meta-analysis dan analisis deskriptif mengenai pengaruh teknologi informasi pada tingkat ekonomi makro pada sejumlah negara di Asia. Datanya berupa berbagai indikator ekonomi makro dan teknologi informasi dan komunikasi yang dipublikasikan oleh beberapa lembaga international seperti Asian Development Bank, Worldbank, UNCTAD-PBB, dan International Telecommunication Union (ITU).
mempengaruhi perkembangan perekonomian dunia. Pada kurun waktu 1999 sampai 2000,
negara-negara sedang berkembang di wilayah asia pacific, termasuk Indonesia menunjukkan bahwa difusi teknologi informasi berkorelasi positif cukup kuat dengan tingkat pendapatan per kapita (Kim, 2004). Secara luas layanan teknologi informasi tersebut mencakup penggunaan fasilitas berbasis telekomunikasi seperti internet dan teknologi bergerak (mobile technology), (2) layanan telokomunikasi bernilai tambah seperti komunikasi melalui komputer pribadi dan layanan data, (3) layanan siaran seperti TV, radio, dan satellite broadcasting.
Kondisi teknologi informasi di Indonesia relatif tertinggal dibandingkan dengan negara lain. Ketertinggalan teknologi itu sendiri bisa dilihat dari ketersediaan infrastruktur teknologi informasi, jumlah komputer yang dimiliki perusahaan, atau akses internet. World Bank melaporkan profil pamanfaatan information and communication technology (ICT) di Indonesia, yaitu rasio jumlah komputer 9.9 per 1000 penduduk, sambungan telpon 91 per 1000 penduduk, jumlah internet host 0.8 per 10 000 penduduk dengan pengguna internet sebanyak 2 juta orang (Anonim, 2002). Investasi dibindang ICT tercatat sebesar US$ 3,54 Milyar atau 2.2 persen terhadap PDB dengan ICT per kapita sebesar US$ 16.6. Jika menggunakan indeks pengembangan ICT yang dikembangkan oleh UNCTAD-PBB (2003), Indonesia menduduki ututan ke 77 dari 171 negara. Untuk kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih dibawah Singapura yang menempati urutan 14, Brunei urutan ke-40, Malaysia urutan ke-43, dan Filipina urutan ke-59; tetapi masih lebih tinggi dibandingkan Thailand pada urutan ke-92 dan Vietnam urutan ke-113.
Apakah ketertinggalan penggunaan teknologi informasi tersebut berhubungan dengan
ketertinggalan pertumbuhan ekonomi dan aspek sosioekonomi lainnya? Apakahpenggunaan
teknologi informasi selalu menjadi jaminan peningkatan produktifitas dan kinerja, baik pada skala ekonomi makro maupun ekonomi mikro. Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan penelitian (research question) yang banyak dikaji pada berbagai penelitian. Makalah ini akan dititik beratkan pada hubungan antara teknologi informasi dan komunikasi dengan beberapa variabel yaitu pendapatan per kapita, angka kemiskinan, nilai tambah sektor industri dan jasa, serta indeks pengembangan sumber daya manusia. Makalah ini merupakan hasil penelitian yang mengkombinasikan antara kajian meta-analysis dan analisis deskriptif mengenai pengaruh teknologi informasi pada tingkat ekonomi makro pada sejumlah negara di Asia. Datanya berupa berbagai indikator ekonomi makro dan teknologi informasi dan komunikasi yang dipublikasikan oleh beberapa lembaga international seperti Asian Development Bank, Worldbank, UNCTAD-PBB, dan International Telecommunication Union (ITU).
PERBEDAAN TIK DAN EKONOMI TRANSISI
Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.
Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.
Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling "bertarung" dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.
Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah lain, seperti teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels, serta aliran institusional yang pertama dikembangkan oleh Thorstein Veblen dkk dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C. North.
Bahwa perubahan perkembaangan teknologi informasi dan komunikasi (information and
communication technology(ICT)) berpengaruh pada seluruh aspek dan pengaruh dalam
kehidupan sangatlah besar hampir seluruh aspek kehidupan sekarang mengunakan teknologi informasi dan komunikasi dan bidang ekonomi pun mengunakan teknologi informasi komunikasi seperti mesin atm, kasir di supermarket dan lain-lain. sehingga kita harus mempelajari seluruh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi supaya kita tidak ketinggalan perubahan jaman
Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.
Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling "bertarung" dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.
Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah lain, seperti teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels, serta aliran institusional yang pertama dikembangkan oleh Thorstein Veblen dkk dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C. North.
Bahwa perubahan perkembaangan teknologi informasi dan komunikasi (information and
communication technology(ICT)) berpengaruh pada seluruh aspek dan pengaruh dalam
kehidupan sangatlah besar hampir seluruh aspek kehidupan sekarang mengunakan teknologi informasi dan komunikasi dan bidang ekonomi pun mengunakan teknologi informasi komunikasi seperti mesin atm, kasir di supermarket dan lain-lain. sehingga kita harus mempelajari seluruh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi supaya kita tidak ketinggalan perubahan jaman
PEREMPUAN DAN TIK DI KANPUR DAN CHIKAN
Proyek “Menempatkan TIK di Tangan Perempuan dari Kanpur dan ‘Chikan’ Bordir Pekerja Lucknow” telah berhasil mendirikan pusat di masyarakat miskin di area / Kanpur Lucknow. jangkauan yang luas dan kemitraan strategis dengan pemimpin opini setempat telah menarik populasi target dua perempuan – mereka yang terlibat di sektor informal dan mereka yang terlibat dalam produksi “chikan” bordir – termasuk sebagian besar wanita Muslim. Pusat-pusat menyediakan pelatihan di wilayah target keterampilan: keterampilan komputer, keterampilan kerajinan tangan, dan pengetahuan kesehatan
Sejumlah kasus ini membuktikan bahwa perempuan, terutama mereka yang tinggal di daerah pedesaan, perlu memperoleh akses informasi dan komunikasi. Selama ini teknologi informasi dan komunikasi dianggap dapat menciptakan kondisi yang lebih demokratis. Namun akses terhadap teknologi ini ternyata tidak netral, secara budaya masih ada diskriminasi terhadap perempuan. Disamping itu ibu rumah tangga, khususnya dari masyarakat miskin, tidak mempunyai uang untuk menggunakan fasilitas publik seperti internet. Lokasi pusat-pusat informasi juga seringkali berada di tempat yang sulit atau tidak kondusif bagi perempuan untuk mengunjunginya. Multiperan yang diemban kaum perempuan serta tanggung jawab rumah tangga yang cukup berat telah membatasi waktu luang mereka. Disamping itu sangat riskan bagi perempuan jika harus menggunakan fasilitas informasi di malam hari. Hal ini juga yang terjadi pada kegiatan radio komunitas di berbagai daerah di Indonesia. Banyak perempuan yang tidak bisa terlibat karena banyak radio yang beraktifitas malam hari, yaitu setelah warga bekerja di siang hari.
Untuk mengatasi hambatan-hambatan ini, maka seluruh kebijakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk tujuan-tujuan pembangunan harus mempertimbangkan pentingnya keterlibatan perempuan, dalam hal akses dan memproduksi informasi yang didasarkan pada kebutuhannya. Bayangkan saja, sebenarnya kaum perempuan sangat penting dalam menopang perekonomian sebuah daerah, sehingga sangat fatal jika pemikiran dan pengalaman mereka diabaikan. Selain itu, pendidikan di sekolah sudah seharusnya memberikan bekal pengetahuan dan praktek perihal teknologi informasi dan komunikasi. Ada sebuah kasus menarik mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di sejumlah sekolah di Afrika. Penelitian yang dilakukan oleh organisasi World Links di empat negara Afrika, yaitu Senegal, Mauritania, Uganda dan Ghana, menunjukkan bahwa dibanding murid pria, murid perempuan kurang dapat menikmati fasilitas laboratorium komputer di sekolahnya. Dengan pelayanan “siapa cepat dia yang dapat” maka maka murid perempuan selalu tertinggal. Pasalnya murid perempuan biasanya harus membantu ibunya dahulu dalam mengerjakan kegiatan rumah tangga seperti menyapu, memasak, menjaga adik, dan lain-lain. Mengingat budaya setempat yang membebani kaum perempuan, maka sudah sepatutnya sekolah memberikan sistem lain agar murid perempuan tetap bisa memanfaatkan fasilitas komputer.
Masih panjang perjuangan kaum perempuan untuk berperan aktif di dalam era informasi ini. Persoalan budaya, sumber daya manusia, fasilitas dan kapasitas, merupakan kendala yang secara perlahan harus diatasi. Dan mengapa kita harus mengatasinya? Sebagian orang mungkin menganggap itu bukan sebuah masalah. Tapi ada sebagian orang yang percaya bahwa dunia akan lebih baik jika ada kesetaraan keterlibatan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Anda termasuk yang mana?
Sejumlah kasus ini membuktikan bahwa perempuan, terutama mereka yang tinggal di daerah pedesaan, perlu memperoleh akses informasi dan komunikasi. Selama ini teknologi informasi dan komunikasi dianggap dapat menciptakan kondisi yang lebih demokratis. Namun akses terhadap teknologi ini ternyata tidak netral, secara budaya masih ada diskriminasi terhadap perempuan. Disamping itu ibu rumah tangga, khususnya dari masyarakat miskin, tidak mempunyai uang untuk menggunakan fasilitas publik seperti internet. Lokasi pusat-pusat informasi juga seringkali berada di tempat yang sulit atau tidak kondusif bagi perempuan untuk mengunjunginya. Multiperan yang diemban kaum perempuan serta tanggung jawab rumah tangga yang cukup berat telah membatasi waktu luang mereka. Disamping itu sangat riskan bagi perempuan jika harus menggunakan fasilitas informasi di malam hari. Hal ini juga yang terjadi pada kegiatan radio komunitas di berbagai daerah di Indonesia. Banyak perempuan yang tidak bisa terlibat karena banyak radio yang beraktifitas malam hari, yaitu setelah warga bekerja di siang hari.
Untuk mengatasi hambatan-hambatan ini, maka seluruh kebijakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk tujuan-tujuan pembangunan harus mempertimbangkan pentingnya keterlibatan perempuan, dalam hal akses dan memproduksi informasi yang didasarkan pada kebutuhannya. Bayangkan saja, sebenarnya kaum perempuan sangat penting dalam menopang perekonomian sebuah daerah, sehingga sangat fatal jika pemikiran dan pengalaman mereka diabaikan. Selain itu, pendidikan di sekolah sudah seharusnya memberikan bekal pengetahuan dan praktek perihal teknologi informasi dan komunikasi. Ada sebuah kasus menarik mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di sejumlah sekolah di Afrika. Penelitian yang dilakukan oleh organisasi World Links di empat negara Afrika, yaitu Senegal, Mauritania, Uganda dan Ghana, menunjukkan bahwa dibanding murid pria, murid perempuan kurang dapat menikmati fasilitas laboratorium komputer di sekolahnya. Dengan pelayanan “siapa cepat dia yang dapat” maka maka murid perempuan selalu tertinggal. Pasalnya murid perempuan biasanya harus membantu ibunya dahulu dalam mengerjakan kegiatan rumah tangga seperti menyapu, memasak, menjaga adik, dan lain-lain. Mengingat budaya setempat yang membebani kaum perempuan, maka sudah sepatutnya sekolah memberikan sistem lain agar murid perempuan tetap bisa memanfaatkan fasilitas komputer.
Masih panjang perjuangan kaum perempuan untuk berperan aktif di dalam era informasi ini. Persoalan budaya, sumber daya manusia, fasilitas dan kapasitas, merupakan kendala yang secara perlahan harus diatasi. Dan mengapa kita harus mengatasinya? Sebagian orang mungkin menganggap itu bukan sebuah masalah. Tapi ada sebagian orang yang percaya bahwa dunia akan lebih baik jika ada kesetaraan keterlibatan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Anda termasuk yang mana?
Minggu, 31 Oktober 2010
Mengubah Pengaturan Dokumen Secara Tersambung
Kita menghadapi berbagai jenis dokumen/berkas ketika bekerja dengan menggunakan komputer. Terkadang, kita perlu mengubah pengaturan suatu dokumen ke pengaturan lain. Sebagai contoh, kita akan mengubah dokumen dengan pengaturan .doc ke pengaturan .pdf. Sering terjadi masalah saat kita akan mengubah pengaturan suatu dokumen dengan cepat, misalnya kita tidak memiliki perangkat lunak untuk mengubahnya dan tidak memiliki banyak waktu untuk mencari perangkat lunak pengubah tersebut.
Kita dapat mengubah pengaturan suatu dokumen hanya dengan menggunakan pencarian laman/situs saja, karena saat ini sudah tersedia pengubah pengaturan dokumen secara tersambung, yaitu Zamzar.com. Laman ini dapat membantu kita mengubah berbagai macam pengaturan dokumen seperti .doc, .pdf, .rtf, .txt, .ppt, .html, .docx, dan masih banyak lagi. Selain dokumen data, laman ini juga dapat membantu kita mengubah pengaturan untuk dokumen foto, seperti bmp, gif, ico, png, dan sebagainya. Laman ini bahkan dapat membantu kita untuk mengubah pengaturan video, suara, dan jenis kompresi. Semua proses pemindahan pengaturan dokumen tersebut dapat kita lakukan secara cepat, mudah, dan gratis.
Sumber : http://www.klik-kanan.com/mengubah-format-file-secara-online.htm
Kita dapat mengubah pengaturan suatu dokumen hanya dengan menggunakan pencarian laman/situs saja, karena saat ini sudah tersedia pengubah pengaturan dokumen secara tersambung, yaitu Zamzar.com. Laman ini dapat membantu kita mengubah berbagai macam pengaturan dokumen seperti .doc, .pdf, .rtf, .txt, .ppt, .html, .docx, dan masih banyak lagi. Selain dokumen data, laman ini juga dapat membantu kita mengubah pengaturan untuk dokumen foto, seperti bmp, gif, ico, png, dan sebagainya. Laman ini bahkan dapat membantu kita untuk mengubah pengaturan video, suara, dan jenis kompresi. Semua proses pemindahan pengaturan dokumen tersebut dapat kita lakukan secara cepat, mudah, dan gratis.
Sumber : http://www.klik-kanan.com/mengubah-format-file-secara-online.htm
Selasa, 05 Oktober 2010
Contoh Web Interface Bad Design

http://yvettesbridalformal.com/
Gambar di samping merupakan salahsatu contoh bad design.
Hal tersebut dapat dilihat dari :
1. Tampilan awal yang terlalu berlebihan sehingga membuat pembaca sulit mengerti maksud dan tujuannya
2. Background warna tampilannya tidak sesuai dengan tema
3. Seharusnya tampilan yang dibuat disusun dan dikelompokkan (dibuat folder) berdasarkan kategori, agar pembaca lebih mudah mengerti
Selasa, 28 September 2010
Penerapan Pengolahan Citra Dalam Bidang Kedokteran

• Citra dari sudut pandang matematis, merupakan fungsi menerus (continue) dari intensitas cahaya pada bidang 2 dimensi. Citra yang terlihat merupakan cahaya yang direfleksikan dari sebuah objek. Sumber cahaya menerangi objek, objek memantulkan kembali sebagian dari berkas cahaya tersebut dan pantulan cahaya ditangkap oleh alat-alat optik, misal mata manusia, kamera, scanner, sensor satelit, dsb, kemudian direkam.
• Citra digital merupakan citra yang disimpan dalam format digital (dalam bentuk file). Hanya citra digital yang dapat diolah menggunakan komputer. Jenis citra lain jika akan diolah dengan komputer harus diubah dulu menjadi citra digital.
Citra sebagai keluaran dari suatu sistem perekaman data dapat bersifat :
1. optik berupa foto
2. analog berupa sinyal video seperti gambar pada monitor televisi
3. digital yang dapat langsung disimpan pada media penyimpan magnetik
Citra juga dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
1. Citra tampak(foto,gambar, lukisan, apa yang anampak dilayar monitor)
2. Citra tak tampak(foto dalam file,citra yang direpresentasikan dalam Fungsi matematis)
• Pencitraan (imaging) adalah kegiatan mengubah informasi dari citra tampak/citra non digital menjadi citra digital. Beberapa alat yang dapat digunakan untuk pencitraan adalah : scanner, kamera digital, kamera sinar-x/sinar infra merah, dll
jadi dapat disimpulkan, Pengolahan Citra adalah kegiatan memperbaiki kualitas citra agar mudah diinterpretasi oleh manusia/mesin(komputer). Inputannya adalah citra dan keluarannya juga citra tapi dengan kualitas lebih baik daripada citra masukan .. misal citra warnanya kurang tajam, kabur (blurring), mengandung noise (misal bintik-bintik putih), dll sehingga perlu ada pemrosesan untuk memperbaiki citra karena citra tersebut menjadi sulit diinterpretasikan karena informasi yang disampaikan menjadi berkurang.
Setelah proses pengolahan citra akan lebih komplit jika dilanjutkan dengan proses Analisis Citra = kegiatan menganalisis citra sehingga menghasilkan informasi untuk menetapkan keputusan
(biasanya didampingi bidang ilmu kecerdasan buatan/AI yaitu pengenalan pola (pattern
recognition) menggunakan jaringan syaraf tiruan, logika fuzzy, dll).
Contoh penerapan pengolahan citra dalam bidang kedokteran salah satunya yaitu USG
(Ultrasonografi Medis)
Ultrasonografi medis (sonografi) adalah sebuah teknik diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, ukuran mereka, struktur, dan luka patologi, membuat teknik ini berguna untuk memeriksa organ. Sonografi obstetrik biasa digunakan ketika masa kehamilan.
Pilihan frekuensi menentukan resolusi gambar dan penembusan ke dalam tubuh pasien. Diagnostik sonografi umumnya beroperasi pada frekuensi dari 2 sampai 13 megahertz.
Sedangkan dalam fisika istilah "suara ultra" termasuk ke seluruh energi akustik dengan sebuah frekuensi di atas pendengaran manusia (20.000 Hertz), penggunaan umumnya dalam penggambaran medis melibatkan sekelompok frekuensi yang ratusan kali lebih tinggi.
Kegunaan :
Ultrasonografi atau yang lebih dikenal dengan singkatan USG digunakan luas dalam medis. Pelaksanaan prosedur diagnosis atau terapi dapat dilakukan dengan bantuan ultrasonografi (misalnya untuk biopsi atau pengeluaran cairan). Biasanya menggunakan probe yang digenggam yang diletakkan di atas pasien dan digerakkan: gel berair memastikan penyerasian antara pasien dan probe.
Dalam kasus kehamilan, Ultrasonografi (USG) digunakan oleh dokter spesialis kandungan (DSOG) untuk memperkirakan usia kandungan dan memperkirakan hari persalinan. Dalam dunia kedokteran secara luas, alat USG (ultrasonografi) digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan diagnosa atas bagian tubuh yang terbangun dari cairan.
sumber : www.wikipedia.com
Langganan:
Postingan (Atom)