Rabu, 09 November 2011

PERKEMBANGAN TELEMATIKA DALAM PEMBUATAN E-KTP DI INDONESIA BERBASIS BIOMETRIK


TUGAS SOFTSKILL PENGANTAR TELEMATIKA
“PERKEMBANGAN TELEMATIKA DALAM PEMBUATAN E-KTP DI INDONESIA BERBASIS BIOMETRIK”



NAMA KELOMPOK :
1.          Feby Nurtriandini  (10108799)
2.     Robbiatul Addawiyah (11108743)
3.     Tri Wahyuningsih (11108970)
KELAS : 4 KA 09


UNIVERSITAS GUNADARMA
2011
PERKEMBANGAN TELEMATIKA DALAM PEMBUATAN E-KTP DI INDONESIA BERBASIS BIOMETRIK
Feby Nurtriandini, Robbiatul Addawiyah, Tri Wahyuningsih
Sistem Informasi, Ilmu Komputer, Universitas Gunadarma,
Jl. Akses UI (Kelapa Dua), Cimanggis, Depok

 


Abstrak
Perkembangan teknologi belakangan ini sudah berkembang pesat. Dengan telematika kehidupan semakin mudah, seperti dengan adanya pembuatan e-KTP yang pelaksanaannya sudah berjalan di Indonesia khususnya daerah Jakarta. Adapun tujuan dibuatnya e-KTP tersebut antara lain untuk membuat identitas multifungsi menggunakan pengamanan berbasis biometrik yang dapat digunakan untuk menghindari terjadinya duplikasi data diri.
Kata kunci : telematika, e-KTP
 





1.          Pendahuluan

Secara harfiah telematika dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan dunia internet. Telematika yang merupakan kata serapan dari bahasa perancis telematique yang berarti perpaduan sistem jarinan komunikasi dangan teknologi informasi.  Para praktisi mengatakan bahwa Telematics merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication.
Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics  juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).
Proyek e-KTP dilatarbelakangi oleh sistem pembuatan KTP konvensional di Indonesia yang memungkinkan seseorang dapat memiliki lebih dari satu KTP. Hal ini disebabkan belum adanya basis data terpadu yang menghimpun data penduduk dari seluruh Indonesia. Fakta tersebut memberi peluang penduduk yang ingin berbuat curang terhadap negara dengan menduplikasi KTP-nya.



2.       KTP Elektronik (e-KTP) Dengan Menggunakan Sidik Jari
e-KTP adalah kartu penduduk elektronik yaitu, alat teknologi komunikasi pada era modern ini yang sangat popular di seluruh dunia. Bagaimana tidak, kebanyakan Negara sudah menerapkannya. Kemungkinan besar jika semakin cepat perkembangan teknologi komunkasi di dunia maka semakin besar pula perubahan yang terjadi.
e-KTP merupakan sistem kependudukan terbaru yang sudah diterapkan oleh pemerintah. e-KTP, bisa dibilang bukan program kecil-kecilan. Sebab untuk mewujudkannya, pemerintah sampai harus mengucurkan dana bertriliunan.
e-KTP merupakan metode baru yang akan diterapkan pemerintah untuk membangun sebuah sistem kependudukan baru. Sistem terbaru ini pun dianggap sudah matang dan siap diperkenalkan kepada masyarakat mulai tahun 2010 ini. Pemerintah semetara ini telah menerapkan sistem ini diberbagai kota-kota besar, misalnya Jakarta.
e-KTP atau Kartu Tanda Penduduk Elektronik merupakan cara baru yang jitu yang akan ditempuh oleh pemerintah dengan membangun database kependudukan secara nasional untuk memberikan identitas kepada masyarakat. Pada tahun 2010 ini sistem tersebut mulai diberlakukan tetapi tidak nasional, hanya daerah tertentu saja. Dengan menggunakan sistim biometrik yang ada di dalamnya,
maka setiap pemiliki e-KTP dapat terhubung ke dalam satu database nasional, sehingga setiap penduduk hanya memerlukan 1 KTP saja.
Kemudian Keuntungan menggunakan biometric atau sidik jari:
a.       Biaya paling murah, lebih ekonomis daripada bimetrik yang lain.
b.       Bentuk dapat dijaga tidak berubah karena gurat-gurat sidik jari manusia berbeda-beda.
c.        Unik, tidak ada kemungkinan sama walaupun orang kembar.
d.       Penggunaannya bisa diketahui jika bukan pemiliknya.
e.        Identitas jati diri tunggal
f.        Mencegah adanya pemalsuan

Rekaman sidik jari yang disimpan di dalam chip adalah minutiae dua sidik jari telunjuk sesuai dengan standar internasional NISTIR 7123 dan Machine Readable Travel Documents ICAO 9303 (two plain index fingerprints) serta EU Passport Specification 2006. Setelah data ditulis ke dalam chip e-KTP, kemudian dilakukan pemadanan 1:1 sidik jari telunjuk kanan wajib KTP dengan rekaman di dalam chip. Apabila verifikasi sidik jari dinyatakan cocok, maka e-KTP diberikan kepada yang bersangkutan.
Proses pengiriman rekaman sidik jari hingga kembalinya hasil identifikasi membutuhkan waktu kurang dari 1 menit dan durasi keseluruhan proses perekaman sidik jari hingga diterbitkannya e-KTP kurang dari 5 menit. Prosesnya begitu cepat. Dan pemerintah sudah meggalakakkan kecamatan sudah memahami dan bisa mengoperasikannya.
Pada uji petik e-KTP 2009 ini, biodata penduduk dan pas photo telah dikumpulkan terlebih dahulu untuk pencetakan dan personalisasi kartu e-KTP. Pada penerapan e-KTP selanjutnya, perekaman biodata, pas photo, sidik jari dan tanda tangan yang terdigitalisasi akan dilakukan secara bersamaan. e-KTP akan dicetak dan diterbitkan setelah dilakukan pemadanan 1:N atau identifikasi sidik jari secara nasional dan dihasilkan identitas tunggal.
Untuk mewujudkannya, pemerintah telah berkolaborasi dengan berbagai pengembang aplikasi pengenal sidik jari hingga pembuatan database nasional.

“Proses pembuatan e-KTP tidak akan sepenuhnya menggunakan teknologi dari luar, hanya sistem pengenalan sidik jari saja yang kami impor, sisanya merupakan teknologi asli Indonesia,” papar Marzan A. Iskandar, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
 
Langkah yang diambil oleh BBPT tersebut juga merupakan salah satu wujud penggalakan teknologi dalam negeri yang selama ini masih didominasi oleh para pengembang aplikasi dari luar negeri.
Meski lebih banyak menggunakan teknologi yang dibuat anak bangsa, namun proyek pembuatan e-KTP juga telah menelan dana hingga puluhan triliun rupiah. e-KTP rencananya bakal mulai diwujudkan pemerintah mulai tahun 2010 ini. Pasti proses ini akan bertahap karena membutuhkan waktu yang pas. Sebelum diluncurkan, proyek ini pun telah melewati serangakaian uji coba yang dilakukan di 4 kota besar di Indonesia seperti, Padang, Makassar, Denpasar dan Yogyakarta.
FUNGSI dan MANFAAT
Penggunaan e-KTP pasti ada fungsinya, antara lain:
a.       e-KTP merupakan langkah strategis menuju tertib administrasi kependudukan yang mengamanatkan adanya identitas tunggal bagi setiap penduduk dan terbangunnya basis data kependudukan yang lengkap dan akurat.
b.       Mencegah adanya pemalsuan.
c.        Mencegah adanya penggandaan penggunaan KTP.
d.       Dapat dipakai sebagai kartu suara dalam pemilu, pilkada dan lain-lain.
e.        Kartu bukti tanda penduduk Indonesia.
f.        Bisa digunakan berbagai kegiatan yang sudah diberlakukan.
g.        Pengidentifikasian untuk memecahkan suatu perkara kejahatan yang sulit seperti terorisme, pembobolan bank via ATM, pemilikan KTP ganda, dan lain-lain membuat pengembangan teknologi identifikasi semakin diperlukan
h.       Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
i.         Kebutuhan untuk mewujudkan keamanan negara.
j.         Lebih awet penggunaannya sampai 10 tahun.
k.       Bahwa e-KTP merupakan KTP Nasiona yang sudah memnuhi semua ketentuan yang diatur dalam UU No.23 Tahun 2006 dan Perpres No.26 Tahun 2009, sehingga berlaku secara Nasional, dengan demikian mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dari Lembaga Pemerintahan dan Swasta, karena tidak lagi memerlukan KTP setempat.
REAKSI MASYARAKAT TERHADAP DIFUSI INOVASI
Pada dasarnya program pemerintah ini ada yang pro dan kontra. Kemungkinan besar masyarakat akan senag dan aka nada kritikan dari kalangan masyarakat. Menurut analisis dan observasi saya maka ada yang senang dan tidak itu sudah biasa dalam proses difusi inovasi.
Masyarakat sangat senang dengan difusi inovasi pemerintah ini. Banyak orang telah menantikan program ini, sekaligus ingin mencobanya. Karena funsinya yang banyak dan tahan lama. E-ktp ini akan disambut dengan baik oleh masyarakat.
Akan tetapi, ada juga yang tidak senang dengan proram ini. Misalnya para pembuat KTP palsu maupun pengganda KTP. Selain itu, orang yang membuat kertas pemilu karena dengan penggunaan e-KTP maka pemerintah tidak menggunakan kertas pemilihan lagi. Kemungkinan besar pemerintah ingin menghemat pengeluaran tanpa pembuatan kertas maupun yang lain dalam kegiatan pemilihan di Indonesia.
Para masyarakat golongan atas sangat senang dengan program pemerintah kali ini serta mendukung jalannya program tersebut. Kenapa tidak, kebanyakan orang kaya bisa menggunakan apapun tanpa ribet dan banyak cara. Misalnya ATM, dan apapun yang bisa digunakan oleh e-KTP. Walaupun di Indonesia penggunaanya hanya sebatas identitas diri, tetapi aka nada sebuah perubahan lagi demi ketentuan di UUD dan demi kenyaman semua masyarakat.
Ada sebuah kritikan dari masyarakat yang kurang mampu dengan adanya program ini. Masyarakat tidak senang dikarenakan pembuatan e-KTP ini cukup mahal, sedangkan kehidupan mereka sehari-hari saja udah susah ditambah pembuatan KTP yang cukup mahal. Bagi masyarakat kecil program ini tidak adil dan tidak diterima dengan baik.
Program ini akan ada hambatan di kalangan masyarakat kecil terutama masyarakat miskin yang penghasilannya tidak cukup untuk pembuatannya. Keseharian mereka yang serba kekurangan sangat sulit mengikuti program pemerintah ini.
Dengan demikian pemerintah harus melihat dan memperbaiki apa yang harus diperbaiki. Jika pembuatan ini bayar maka keterannya diatas, jika tidak maka bagus dan lebih baik. Pemerintah harus adil dan bisa bijak dengan semua kalangan yang ada di Negara ini. Maka program ini akan menjadi nasional jika masyarakat bisa menerima dan memakainya.
PERUBAHAN SOSIAL, BUDAYA, DAN EKONOMI
Perubahan Sosial
Penerapan teknologi e-KTP ini diharapkan dapat memangkas birokrasi pada instansi lain yang diakses oleh masyarakat, bahwa sistem ini seharusnya memenuhi prinsip-prinsip tepat guna (appropriate) mendukung sistem pelayanan administrasi kependudukan, bertahan cukup lama (long life dan tidak mudah face out), efisien, aman, mudah dioperasionalkan dan murah pemeliharaannya, serta dapat diakses di seluruh wilayah Indonesia dengan support yang selalu tersedia dan relatif cepat (Nuryanto, 2010).
Perubahan sosial yang terjadi juga mungkin masyarakat akan mengalami dalam perubahan praktis. Penggunaan e-KTP ini membuat masyarakat lebih praktis dalam penggunaannya. Jika e-KTP ini dilengkapi dengan ATM, SIM, bayar telpon, dan lain-lain maka akan merubah perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Perubahannya kemungkinan besar akan mulai berkurangnya komunikasi antar sesama masyarakat, dikarenakan masyarakat hanya dirumah saja bisa melakukan apa yang mereka mau. Kurangnya sosial ini akan berdampat sifat individualisme. Kurangnya gotong royong, solidaritas dan sebagainya.
Dengan penerapan e-KTP diharapkan tidak ada lagi muncul perselisihan pemilu dan pemilukada terkait data pemilih, karena dijamin tidak akan ada lagi KTP palsu atau ganda. Penerapan untuk pelayanan masyarakat maka lebih baik dengan program ini di karenakan prosesnya dpegang penuh oleh pemerintah. Sekiranya masyarakat tidak susah payah dalam kegiatan seharai-hari yang menggunakan KTP.
Perubahan Budaya
Dari program ini akan berdampak pada budaya yang ada, karena penggunaanya yang serba bisa walupun masih kurang lengkap penggunaannya di Indonesia. Budaya ini akan berubah menjadi masyarakat yang praktis dan membentuk budaya sendiri.
Perubahan pola komunikasi antar masyarakat yang sukanya individu. Tetapi juga masyarakat bisa mengubah budaya lebih maju dari primitive. Didikan yang begini akan melahirkan budaya malas atau kuramg mandiri. Budaya yang tumbuh akibat majunya teknologi.

Bagi masyarakat yang kental budaya akan menjadi lebih berkurang dikernakan penggunaan e-KTP yang serba praktis dan memanjakan masyarakat. Dari teknologi tersebut juga akan membuat sebuah komoditas yang semua masyarakat serba modern dan praktis. Masyarakat akan lebih melupakan budayanya sendiri.

Maka lahirnya globalisasi serta lahirnya “bedroom culture” dan “screen culture”. Karena apa-apa bisa dilakukan di dalam rumah. Dan membentuk kepribadian yang tidak baik dan member didikan yang tidak baik untuk anak-anak.
Menikngkatnya konsumerisme dan gaya hidup yang praktis lebih ke malas dalam melakukan apa yang mereka inginkan. Disebabkan oleh kegunaan e-KTP ini.

Perubahan Ekonomi
Dengan adanya difusi invoasi ini membuat perubahan dalam masyarakat. Di mana akan ada pengurangan pendapatan pada saat pembuatan e-KTP, karena biayanya cukup mahal walaupun masih lum ditetapkan. Akan tetapi, dengan pembuatan e-KTP ini akan membuat masyarakat lebih mudah dalam pembuatan selanjutnya, dikarenakan e-KTP ini lebih awet sampai 10 tahun. Dengan demikian masyarakat hanya mendaftarkan lagi.

Perubahan ekonomi yang terjadi hanya sementara waktu pertama membuatnya. Setelah itu masyarakat bisa menggunakannya dengan kegunaan dan kecanggihannya yang memadai. Maka tidak ada perubahan signifikan yang terjadi pada masyarakat.
Pada dasarnya semua proses difusi inovasi ini tidak banyak mempengaruhi ekonomi masyarakat, hanya masyarakat kecil saja yang sulit dalam pembuatannya yang memerlukan uang untuk membuatnya. Karena biayanya cukup mahal.
Jika pembuatan ini tidak mengeluarkan uang sepeserpun alias gratis maka ini mendukung terciptanya ekonomi yang lenih baik. Tetapi pembirataannya masih lum signifikan apakah bayar atau gratis. Semoga saja gratis karena akan mendukung penambahan ekonomi dalam berwirausaha dan lain-lain.
PERAN SERTA PEMERINTAH DALAM PROSES DIFUSI INOVASI
Peran pemerintah sangat penting dalam difusi invasi ini. Tanpa peran serta pemerintah maka program ini tidak akan jalan. Misalnya saja, biaya pembuatan program ini membutuhkan pembiayaan yang banyak, serta peran yang lainnya.
Maka saya akan berusaha menjelaskan dan menuliskannya, yaitu:
a)       Untuk mewujudkannya, pemerintah telah berperan serta dalam program ini, yaitu: berkolaborasi dengan berbagai pengembang aplikasi pengenal sidik jari hingga pembuatan database nasional.
b)       Pembiayaan yang dikeluarkan oleh pemerintah bertriliunan demi suksenya program ini.
c)       Penargetan tahun 2011 Indonesia secara nasional menggunakan e-KTP ini.
d)       Peran serta demi kelayakan pakai, maka pemerintah mengadakan uji coba di 4 kota besar.
e)       Pemerintah mencanangkan pembenahan dengan menciptakan sistem single identity number, dan juga sistem KTP digital yang bisa diakses di seluruh wilayah Indonesia. Sistem KTP yang baru ini diberi nama e-KTP.
f)        Sebagai pengawas dan pengawalan proses difusi inovasi ini.
g)       Peran Pemerintah dalam membuat perencanaan yang matang agar ketika pelaksanaannya berjalan efektif.
h)       Sebagai pusat penyimpanan data dari sidik jari semua penduduk Indonesia.
3.       Flowchart Pembuatan e-KTP
Gambar 1.

Keterangan flowchart proses pembuatan e-KTP :

1. RT mendapatkan surat undangan dari kelurahan bahwa di daerah sekitar akan di adakan pembuatan e-KTP.
2. RT membagikan surat undangan tersebut kepada warga.
3. Warga menuju kelurahan dengan membawa surat tersebut untuk mengganti ktp lama dengan e-KTP.
4. Warga di wajibkan mengambil nomer antrian yang sudah di sediakan oleh petugas tersebut.
5. Setelah mengambil nomor antrian, warga akan dipanggil satu-persatu memasuki ruangan untuk pemrosesan pembuatan e-KTP.
6. Warga di foto dengan ukuran yg ditentukan.
7. Setelah itu tanda tangan dengan menggunakan alat elektronik yg sudah di sediakan.
8. Lalu warga akan di scan mata (retina).
9. Kemudian warga melakukan sidik 5 jari dengan     alat elektronik.
10. Bila sudah selesai, e-KTP akan di berikan kepada warga dalam jangka waktu kurang lebih 3 bulan.
Penutup
Bangsa Indonesia berusaha untuk mengembangkan telematika. Dengan dirintis oleh beberapa orang yang berdedikasi pada dunia akademisi, pengenalan dunia telematika mulai dilakukan seiring berkembangnya situasi politik dan ekonomi serta didukung dengan semakin majunya pendidikan di Indonesia.
Dukungan politik pemerintah dengan berbagai kebijakannya, untuk lebih menggairahkan telematika di Indonesia, dan tentunya industri, serta pengaruh luar negeri mengambil peranan penting disamping ketertarikan masyarakat yang membutuhkannya. Pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika yang sebagai penanggungjawab di dunia telematika Indonesia selalu mengupdate dengan mengeluarkan kebijakan dan perundang-undangan yang berpihak untuk kepentingan rakyat dan kemajuan telematika.
Sehingga Perkembangan telematika di Indonesia mengalami peningkatan, sejalan dengan inovasi teknologi yang terjadi. Prospek ke masa depan, telematika di Indonesia memiliki potensi yang tinggi, baik itu untuk kemajuan bangsa, maupun pemberdayaan sumber daya manusianya.

Sumber
[1]http://egadioniputri.wordpress.com/2010/02/19/apa-dan-mengapa-e-ktp/
[2]http://anangss.blogspot.com/2010/01/sekilas-tentang-e-ktp.html
[3]http://plazaegov.blogspot.com/2010/01/implementasi-ektp-nasional-nik-2010.html
[4]http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4581494










Sabtu, 22 Oktober 2011

Penerapan Telematika Pada E-Commerce

Penerapan Telematika dalam bidang Ekonomi (E-Commerce)
Salah satu bidang yang di cakup dalam penerapan ilmu telematika adalah bidang ekonomi. Dimana bidang ekonomi disini berfungsi sebagai ajang jual beli suatu barang yang bisa dilakukan oleh para konsumen. E-commerce merupakan bagian dari bidang ekonomi yang memungkinkan penjualan dan transaksinya dilakukan secara virtual atau on-line. Dengan adannya e-commerce ini, diharapkan dapat memudahkan para konsumen untuk mendapatkan barang dengan cepat dan dapat bertransaksi secara efisien tanpa harus berkunjung langsung ke lokasi.

E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.


E-commerce atau bisa disebut Perdagangan elektronik atau e-dagang adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.


Dengan menggunakan teknologi informasi, E-Commerce dapat dijadikan sebagai solusi untuk membantu perusahaan dalam mengembangkan perusahaan dan menghadapi tekanan bisnis. Tingginya tekanan bisnis yang muncul akibat tingginya tingkat persaingan mengharuskan perusahaan untuk dapat memberikan respon.Penggunaan E-Commerce dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktifitas perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam bersaing.

Adapun keuntungan dari e-commerce yaitu :


1. Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan online channel yang biayanya lebih murah.


2. Mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan kertas, seperti biaya pos surat, pencetakan, report, dan sebagainya.


3. Mengurangi keterlambatan dengan menggunakan transfer elektronik/pembayaran yang tepat waktu dan dapat langsung dicek.


4. Mempercepat pelayanan ke pelanggan, dan pelayanan lebih responsif.



Penjualan secara On-line


Salah satu penerapan ilmu telematika di bidang ekonomi adalah dengan bertransaksi secara online. Transaksi ini membutuhkan suatu media sebagai tempat untuk bertransaksi. Media yang bisa membantu atau bisa mengakomodasi yaitu website. Dengan adanya website penjualan, para konsumen dapat bertransaksi secara online yang bisa menghemat waktu dan biaya. Pembuatan website itu sendiri menggunakan sebuah program aplikasi. Saat ini sudah sangat banyak program aplikasi yang bisa digunakan untuk membangun sebuah webite.

Contoh dari website penjualan produk yang telah ada seperti www.fashionbandung.com, www.urbanesia.com, dll. Di dalam website tersebut terdapat fasilitas yang bisa memudahkan pengunjung website untuk bertransaksi. Tata cara pembelian juga disediakan.

Media website saat ini sudah sangat menjadi sumber informasi bagi sebagian besar masyarakat indonesia. Terutama untuk ajang promosi suatu produk. Website adalah suatu media promosi yang sangat efisien dan paling ampuh untuk menjerat calon pelanggan. Terlebih website penjualan barang. Penjualan secara online saat ini menjadi trend di kalangan masyarakat indonesia. Dikarenakan proses nya cepat dan sangat efisien, dan tidak memakan waktu lama dan tidak perlu susah payah untuk mengunjungi langsung toko yang bersangkutan.

Penerapan ilmu telematika dalam bidang ekonomi, dalam hal ini mencakup e-commerce sangat membantu. Ilmu telematika tersebut telah melahirkan era baru dalam bertransaksi secara online yang bisa sangat berguna bagi konsumen.

Sumber :

http://fadlisaldi.web.id/2011/10/02/telematika/

http://beginibegituu.blogspot.com/2010/11/penerapan-ilmu-telematika-dalam-bidang.html

Minggu, 09 Oktober 2011

SERBA-SERBI TELEMATIKA

Nama : Robbiatul Addawiyah
NPM : 11108743
Kelas : 4KA09

DEFINISI TELEMATIKA

Asal kata TELEMATIKA adalah TELEMATIQUE yang berasal dari bahasa Peancis yang artinya kurang lebih sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Kata TELEMATIQUE tesebut lalu diartikan ke dalam bahasa Inggris menjadi TELEMATICS yang merupakan singkatan dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” dimana hal ini adalah perpaduan dari konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital.
Menurut Moedjiono (Deputi Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika), Telematika adalah istilah bahasa Indonesia yang dikonversi sendiri, yaitu merupakan konvergensi dari tele=”Telekomunikasi”, ma=”Multimedia” dan tika=”Informatika”, atau konvergensi dari “3C”, “Content”, “Computing”, and “Communication”.

KONSEP / TEORI TELEMATIKA

Telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L’informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika. Telekomunikasi mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. Telekomunikasi mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika (Inggris: Informatics) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.

CONTOH TELEMATIKA

Telematika, yang merupakan kepanjangan dari telekomunikasi dan informatika, merupakan suatu sarana komunikasi jarak jauh dengan menggunakan media elektromagnetik untuk mengirimkan atau menerima suatu informasi dari satu pihak ke pihak yang lainnya. Berdasarkan definisi dari telematika barusan, maka dapat diambil contoh teknologi-teknologi yang termasuk kedalam telematika.

Mungkin kita tidak menyadarinya bahwa ternyata handphone yang kita gunakan juga termasuk salah satu dari teknologi telematika. Perkembangan teknologi dari handphone (biasa disebut juga sebagai mobile phone) saat ini sungguh luar biasa pesatnya. Fitur-fitur dan aplikasi-aplikasi yang disajikan bahkan dapat menggantikan peran komputer.

Handphone, diawal kemunculannya hanya bisa dipakai untuk kegiatan telepon saja, namun sekarang dengan menggunakan handphone, kita dapat berselancar di internet (bahasa sekarangnya yg lagi nge-trend adlah OL (Online)). Dengan HP (HandPhone) kita dapat mengirimkan ataupun menerima e-mail dari teman-teman kita atau bahkan dari kolega kerja kita.

Namun sayang perkembangan teknologinya tidak diikuti dengan rasa tanggung jawab yang besar. Perkembangan teknologi handphone yang sangat pesat juga dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Teknologi-teknologi tersebut digunakan untuk melakukan tindakan-tindakan yang bahkan dapat merugikan suatu pihak maupun orang lain.

PENGEMBANGAN TELEMATIKA DI INDONESIA

Perkembangan telematika di Indonesia mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang wktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai tahun 2000.

1. Periode Rintisan
Pada periode ini, penggunaan teknologi telematika oleh masyarakt Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu group, dirintis pada tahun 1980-an. Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat oleh Johhny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat “pesan” berbasis “unix”, “ethernet”, pada tahun 1983, persis bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat. Pada tahun-tahun tersebut, istilah “unix”, “email”, “PC”, “modem”, “BBS”, “ethernet”, masih merupakan kata-kata yang sangat langka.

Periode rintisan telematika ini merupakan masa dimana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika, atau minimal mengetahuinya. Tahun 1980-an, teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar jakarta, bahkan di luar pulau Jawa.

2. Periode Pengenalan
Periode satu dasawarsa ini, tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an, terus berkembang.
Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet.

Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televise swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996.

Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.

3. Periode Aplikasi
Pada periode ini, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televise, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.
Data statistik tersebut menunjukkan aplikasi telematika cukup signifikan di Indonesia. Namun demikian, telematika masih perlu disosialisasikan lebih intensif kepada semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pemberdayaan manusianya, baik itu aparatur Negara ataupun non-pemerintah, harus terus ditumbuhkembangkan.

Selama perkembangan telematika di Indonesia sekitar tiga dasawarsa belakangan ini, membawa implikasi diberbagai bidang. Kemudahan yang disuguhkan telematika akan meningkatkan kinerja usaha, menghemat biaya, dan memperbaiki kualitas produk. Masyarakat juga mendapat manfaat ekonomis dan peningkatan kualitas hidup.

Refeensi :

http://teknologitelematika.blogspot.com/2010/01/contoh-contoh-teknologi-telematika.html

http://veblue.blogspot.com/2010/10/perkembangan-telematika.html




Rabu, 25 Mei 2011

Analisa tulisan SUATU MODEL KAIDAH PEMENGGALAN SUKU PERTAMA PADA KATA BAHASA INDONESIA: KASUS PADA HURUF AWAL B

TUGAS BAHASA INDONESIA

NAMA KELOMPOK:

Febriyanti (10108795)
Laili Azharul jannah (11108135)
Robbi'atul Addawiyah (11108743)

Analisa tulisan SUATU MODEL KAIDAH PEMENGGALAN SUKU PERTAMA PADA KATA BAHASA INDONESIA: KASUS PADA HURUF AWAL B

Dali Santun Naga, adalah guru besar emeritus di Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Tarumanagara, yang memiliki minat yang besar di bidang bahasa Indonesia.

Viny Christanti Mawardi, memperoleh gelar M.Kom dari Universitas Indonesia pada tahun 2008 dengan research interest Information Retrieval, staf pengajar program studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Tarumanagara.

Freddy Kurniawan, mahasiswa Teknik Informatika dari Universitas Tarumanagara angkatan 2007.

pendahuluan :

  1. Pada kalimat “Sejak komputer berhasil diciptakan orang, di kalangan pakar komputer timbul keinginan untuk menggunakannya sebagai penerjemah bahasa”.
  2. Pada kalimat “Di antaranya muncul bidang pengetahuan seperti linguistik komputasional dan bahkan inteligensi buatan”, kata “linguistik komputasional” dapat diganti dengan “bahasa computer” dan kata “inteligensi” dapat diganti dengan “keceradasan” karena ke dua kata tersebut adalah kata dalam bahasa asing yang di Indonesiakan

isi :

  1. Pada kalimat “Ada kata yang teridri atas satu suku kata, atas dua suku kata, dan ada pula kata yang terdiri atas tiga atau lebih suku kata” dapat diganti menjadi “Terdapat kata yang terdiri atas satu suku kata, dua suku kata, maupun kata yang terdiri atas tiga atau lebih suku kata”
  2. di dalam tulisan ini banyak pengunaan kata ganti orang ketiga seperti “kita”

referensi :

  1. Pada daftar pusataka / referensi tidak terurut secara alfabet.

Tulisan :

Hasil analisa kelompok kami tentang sistematika penulisan ini adalah :

  1. Judul bab ditulis secara dengan huruf besar di awal kata
  2. Tabel dan gambar ditempatkan di sebelah kiri dan judul tabel dan gambar ditempatkan di atas tengah tabel / gambar

"Analisa Kepuasan Konsumen Terhadap Ponsel Nokia Di Pondok Kelapa 2 Kota Depok" (tugas bahasa)

Nama Kelompok :

Febriyanti (10108795)
Laili Azharul jannah (11108135)
Robbi'atul Addawiyah (11108743)


"Analisa Kepuasan Konsumen Terhadap Ponsel Nokia Di Pondok Kelapa 2 Kota Depok"


1. Bagian ABSTRAK :

Tidak ada kesalahan pada bagian ini, semua penulisan sudah sesuai pada kaidah penulisan naskah, yaitu terdapatnya :
- Satu Paragraf
- Tujuan
- Metode Penelitian
- Hasil
- Maksimum lima kata kunci.

2. Pendahuluan :

Tidak terdapat kesalahan pada bagian ini, semua penulisan sudah sesuai pada kaidah penulisan naskah, karena penulis benar-benar menjual prodek kepada konsumen terhadap ponsel-ponsel nokia di pondok kelapa dua dapat menarik banyak konsumen.sehingga konsumen dalam membeli dan bertanya tentang jenis handphone sangat terpuaskan dengan pelayanan para pegawainya.

3. Tujuan :

Pada bagian tujuan ini penjual berusaha untuk menjual produk handphone dengan banyak menarik konsumen, agar banyak konsumen yang tertrarik dan ingin membeli produk yang ditawarkan.selain itu juga proses bagaimana si penjual dapat berinteraksi dengan para konsumen supaya terjalinnya komunikasi dengan baik antara penjual dengan pembeli.dan konsumen merasa puas terhadap pelayanan dari si penjual.

4. Metode Penelitian :

Pada metode penelitian ini penjual ingin melihat kepuasan dari konsumen yang terhadap ponsel nokia yang berada dipondok kelapa dua.penjual pun ingin konsumennya merasa puas dari segala penjuru.mulai dari kwalitas, harga, dan pelayanan.sehingga pembeli merasa berbeda ketika membeli ponsel nokia yang berada di pondok kelapa dua dengan tempat-tempat ponsel lainnya.

5. Kesimpulan :

Pada bagian kesimpulan, penulis sudah menjawab Tujuan dari penelitian yang telah dia lakukan.
penulis ingin menjual produknya dengan baik tanpa mengecewakan konsumennya.agar konsumen merasa puas dengan pelayanan dari sistem penjualan pegawainya terhadap barang yang akan ditawarkan kepada konsumen.

6. Daftar Pustaka :

Pada bagian ini, terdapat kesalahan yaitu pada setiap Judul Buku tidak terdapat kelengkapan seperti Tahun Penerbit Buku, dan Kota Penerbit.